Master Produk Produksi

Master Produk Produksi

Menu Master Produk Produksi digunakan untuk mendefinisikan jenis produk, material, biaya, dan komponen lain yang dipergunakan dalam proses produksi perusahaan.

Data pada menu ini akan digunakan dalam:

  • Proses produksi/manufacturing
  • Perhitungan biaya produksi
  • Pengelolaan stok material
  • Pengaturan produk jadi
  • Proses makloon
  • Perhitungan overhead dan costing

Setiap item harus ditentukan tipe produknya agar sistem dapat memperlakukan item tersebut sesuai proses bisnis yang berlaku.


Tipe Produk

1. Perlengkapan Operasional

Digunakan untuk alat kerja atau barang pendukung operasional yang dikelola sebagai stok namun tidak termasuk aset tetap dan tidak dilakukan penyusutan.

Contoh:

  • Sarung tangan produksi
  • Masker kerja
  • Obeng
  • Alat bantu packing

Karakteristik:

  • Dikelola dalam stok
  • Tidak disusutkan
  • Dipakai untuk operasional harian

2. Bahan Baku Internal

Digunakan untuk material milik perusahaan yang dipakai dalam proses produksi.

Contoh:

  • Kain
  • Besi
  • Plastik biji
  • Kayu

Karakteristik:

  • Mengurangi stok saat produksi
  • Menjadi komponen Bill of Material (BOM)
  • Mempengaruhi biaya produksi

3. Produk Jadi

Digunakan untuk hasil akhir produksi yang siap dijual atau didistribusikan.

Contoh:

  • Meja kantor
  • Kaos jadi
  • Botol minuman

Karakteristik:

  • Hasil akhir produksi
  • Memiliki stok barang jadi
  • Dapat dijual ke pelanggan

4. Produk Jadi Variant

Digunakan sebagai template produk jadi yang memiliki beberapa varian seperti ukuran, warna, atau spesifikasi lainnya.

Contoh:

  • Kaos Polos (template)

    • Size S
    • Size M
    • Size L
  • Sepatu Sport

    • Warna Hitam
    • Warna Putih

Karakteristik:

  • Digunakan sebagai induk variant
  • Tidak selalu memiliki stok langsung
  • Mempermudah pengelolaan variant produk

5. Tarif Overhead

Digunakan untuk mendefinisikan tarif biaya overhead produksi yang telah ditetapkan perusahaan.

Contoh:

  • Overhead listrik
  • Overhead mesin
  • Overhead maintenance

Karakteristik:

  • Dipakai dalam perhitungan costing
  • Tidak dikelola sebagai stok
  • Nilai biaya dapat bersifat tetap atau tarif

6. Biaya Internal

Digunakan untuk biaya internal perusahaan yang dibebankan ke proses produksi.

Contoh:

  • Biaya tenaga kerja internal
  • Biaya QC internal
  • Biaya operasional produksi

Karakteristik:

  • Tidak memiliki stok
  • Menambah biaya produksi
  • Bersumber dari internal perusahaan

7. Material Makloon

Digunakan untuk material milik pelanggan yang dipakai dalam proses makloon.

Contoh:

  • Kain milik customer
  • Bahan baku titipan pelanggan

Karakteristik:

  • Kepemilikan material bukan milik perusahaan
  • Digunakan untuk proses makloon
  • Perlu pencatatan terpisah dari stok internal

8. Biaya External

Digunakan untuk biaya dari vendor atau pihak ketiga yang dibebankan ke produksi.

Contoh:

  • Jasa sablon vendor
  • Ongkos finishing external
  • Biaya outsourcing produksi

Karakteristik:

  • Berasal dari vendor external
  • Tidak memiliki stok
  • Menambah total biaya produksi

Catatan

  • Penentuan tipe produk yang tepat sangat penting karena mempengaruhi:

    • Perhitungan costing
    • Pergerakan stok
    • BOM produksi
    • Laporan persediaan
    • Akuntansi produksi
  • Pastikan setiap item dibuat sesuai fungsi bisnisnya untuk menghindari kesalahan transaksi produksi dan costing.